Apa itu Manajemen Operasi?

This entry is part 1 of 3 in the series Pengantar

 

 

Ada beberapa definisi manajemen operasi dari berbagai buku teks. Hampir semuanya berjalan senada. Ada baiknya saya kutip beberapa di antaranya sebagai berikut:


1. Kumpulan aktivitas untuk menciptakan nilaiĀ  dalam suatu produk, baik yang berbentuk barang maupun jasa, dengan cara mengubah input menjadi output. [Heizer and Render, 9th ed]
2. Perancangan, pengoperasian, dan perbaikan suatu sistem yang menciptakan dan mengantarkan produk dan jasa utama dari sebuah perusahaan [Chase et al, 11th ed]
3. Aktivitas manajemen [Plan-Do-Check (evaluation)-Action (improvement)] yang terkait dengan proses penciptaan nilai pada suatu produk dengan cara yang efektif dan efisien. [ini versi saya]


Untuk memahami pengertian Manajemen Operasi lebih jauh, kita dapat melihat komponen-komponen pembentuknya seperti pada gambar berikut:

 

Aktivitas manajemen


Kita dapat menggunakan pengertian yang lebih praktis dari manajemen yaitu siklus kegiatan merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan melakukan perbaikan. Pengertian umum manajemen yang mengandung kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan, dan mengendalikan lebih tepat jika digunakan dalam konteks organisasi secara menyeluruh.


Konsep IPO


Input-Proses-Output (IPO) menjadi inti dari aktivitas manajemen. Setiap proses pasti memiliki input dan output. Input dapat berupa material, bahan baku, komponen, bahan bakar, uang, tenaga kerja, jam orang, waktu atau sumber daya lainnya. Output merupakan hasil dari proses yang dicirikan dengan adanya nilai yang bertambah dari input yang diterima. Proses dikatakan baik jika mampu memberi nilai tambah pada input yang diterima. Terlepas apakah hasil aktivitas evaluasi terhadap proses menyatakan baik atau tidak, adanya indikator proses dapat menjadi pemicu aktivitas perbaikan. Hasilnya diharapkan setiap proses dapat menjadi lebih baik, lebih cepat, lebih murah dan/atau lebih aman.


Indikator Proses


Indikator proses diturunkan dari tipikal kebutuhan industri: Quality, Cost, Delivery (responsif), dan Safety
. Quality menyatakan kualitas yang dapat diterjemahkan sebagai upaya membuat produk dengan lebih baik dari kondisi sebelumnya atau lebih baik dalam pemenuhan spesifikasi.Cost menyatakan ukuran biaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan suatu proses. Suatu proses makin baik bila memerlukan biaya lebih murah dengan output yang sama.Delivery/responsif menyatakan kecepatan perusahaan mengantarkan barang dan jasanya kepada pelanggan. Suatu proses makin baik jika dapat melakukannya lebih cepat. Termasuk ke dalam pengertian responsif adalah fleksibilitas perusahaan dalam membuat barang dan jasa yang dibutuhkan pelanggan.Safety menyatakan tingkat keamanan dan keselamatan kerja bagi karyawan dan belakangan diperluas hingga keamanan dampak proses bagi lingkungan. Proses yang lebih aman harus terus diupayakan dalam perbaikan proses.


Efisiensi dan Efektivitas


Efisiensi adalah ukuran tingkat penggunaan sumber daya dalam suatu proses. Semakin hemat/sedikit penggunaan sumber daya, maka prosesnya dikatakan semakin efisien. Proses yang efisien ditandai dengan perbaikan proses sehingga menjadi lebih murah dan lebih cepat.

Efektivitas adalah ukuran tingkat pemenuhan output atau tujuan proses. Semakin tinggi pencapaian target atau tujuan proses maka dikatakan proses tersebut semakin efektif. Proses yang efektif ditandai dengan perbaikan proses sehingga menjadi lebih baik dan lebih aman.

  • Aktivitas manajemen: kita dapat menggunakan pengertian yang lebih praktis dari manajemen yaitu siklus kegiatan merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan melakukan perbaikan.

Pengertian umum manajemen yang mengandung kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan, dan mengendalikan lebih tepat jika digunakan dalam konteks organisasi secara menyeluruh.

  • Konsep IPO (Input-Proses-Output) menjadi inti dari aktivitas manajemen.

Setiap proses pasti memiliki input dan output.

Input dapat berupa material, bahan baku, komponen, bahan bakar, uang, tenaga kerja, jam orang, waktu atau sumber daya lainnya.

Output merupakan hasil dari proses yang dicirikan dengan adanya nilai yang bertambah dari input yang diterima.

Proses dikatakan baik jika mampu memberi nilai tambah pada input yang diterima. Terlepas apakah hasil aktivitas evaluasi terhadap proses menyatakan baik atau tidak, adanya indikator proses dapat menjadi pemicu aktivitas perbaikan. Hasilnya diharapkan setiap proses dapat menjadi lebih baik, lebih cepat, lebih murah dan/atau lebih aman.

  • Indikator proses diturunkan dari tipikal kebutuhan industri: Quality, Cost, Delivery (responsif), dan Safety

Quality menyatakan kualitas yang dapat diterjemahkan sebagai upaya membuat produk dengan lebih baik dari kondisi sebelumnya atau lebih baik dalam pemenuhan spesifikasi.

Cost menyatakan ukuran biaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan suatu proses. Suatu proses makin baik bila memerlukan biaya lebih murah dengan output yang sama.

Delivery/responsif menyatakan kecepatan perusahaan mengantarkan barang dan jasanya kepada pelanggan. Suatu proses makin baik jika dapat melakukannya lebih cepat. Termasuk ke dalam pengertian responsif adalah fleksibilitas perusahaan dalam membuat barang dan jasa yang dibutuhkan pelanggan.

Safety menyatakan tingkat keamanan dan keselamatan kerja bagi karyawan dan belakangan diperluas hingga keamanan dampak proses bagi lingkungan. Proses yang lebih aman harus terus diupayakan dalam perbaikan proses.

  • Efisiensi adalah ukuran tingkat penggunaan sumber daya dalam suatu proses. Semakin hemat/sedikit penggunaan sumber daya, maka prosesnya dikatakan semakin efisien. Proses yang efisien ditandai dengan perbaikan proses sehingga menjadi lebih murah dan lebih cepat.
  • Efektivitas adalah ukuran tingkat pemenuhan output atau tujuan proses. Semakin tinggi pencapaian target atau tujuan proses maka dikatakan proses tersebut semakin efektif. Proses yang efektif ditandai dengan perbaikan proses sehingga menjadi lebih baik dan lebih aman.

 

Related Blogs

 

Series NavigationRuang Lingkup Manajemen Operasi

66 thoughts on “Apa itu Manajemen Operasi?

  1. no problem pak arif, silakan saja kalau memang dapat dijadikan referensi. belum banyak memang content-nya.

    sampai ketemu minggu depan, Insya Allah.

  2. mau tanya2 sedikit pak,, kalo proses konstruksi proyek apakah termasuk dalam manajemen operasi jg? apakah tidak berbenturan dgn bidang lain seperti arsitektur, teknik sipil, dll? kira2 topik apa yg bisa dijadikan skripsi MO terkait dengan proyek konstruksi. terimakasih

    • Konstruksi proyek biasanya dibahas lebih detail dalam manajemen proyek. secara knowledge manajemen proyek sudah cukup solid dengan adanya PMBOK (Project Management Body of Knowledge). Tapi dalam semua literatur manajemen operasi, pemahaman inti manajemen proyek juga diajarkan karena sangat penting dalam proses perencanaan, eksekusi dan monitoring aktivitas. Jadi manajemen proyek tidak lain dari eskalasi pengertian proses dalam manajemen operasi.

    • Maaf mas/mbak andra, kelewat pertanyaan berikutnya. walaupun ada overlapnya, analisis yang dilakukan oleh bidang keahlian lain seperti arsitektur dan sipil akan berbeda penekanannya. Umumnya manajemen projek akan memperhatikan pemenuhan deliverables-nya berikut dengan biaya dan jadwal. sedangkan keahlian sipil umumnya akan memperhatikan bagaimana kekuatan konstruksinya, arsitek mungkin melihat tapaknya, begitu juga dengan komponen mekanik dan elektrik yang akan dilakukan oleh keahlian lainnya. So pada akhirnya tim dengan multidisiplin akan diperlukan dalam pekerjaan-pekerjaan semacam itu.

      terakhir, soal topik skripsi, thesis atau disertasi masih terbuka lebar. kalau skripsi tentunya tinggal cari problem apa yang ada di suatu projek, apakah itu terkait dengan keterlambatan, pembengkakan biaya atau masalah kualitas. Berikutnya tinggal cari pendekatan atau teknik apa yang bisa kita gunakan untuk memecahkan masalah tersebut (untuk tidak terulang kembali atau dijadikan lesson learned bagi projek serupa di lain waktu).

      salam

    • Apa saja hambatan dalam manajemen operasi? wah pertanyaan ini sama beratnya menjawab mengapa kinerja organisasi atau perusahaan kita lemot, dengan kata lain rendah produktivitas, rendah mutu, biaya tinggi dsb.
      Saya baru akan membuat studi yang menyinggung soal ini dengan bantuan beberapa mahasiswa master. Tetapi kalau boleh sharing pandangan pribadi, beberapa kendala yang dihadapi dalam manajemen operasi:

      1. Mindset yang salah tentang bagaimana kita hidup dan bekerja. Banyak orang menganggap bahwa we are doing OK, terutama bagi orang di perusahaan besar, seolah tidak ada cara yang lebih baik lagi untuk mencapai hasil yang lebih tinggi. sementara bagi orang di perusahaan kecil, justru mereka menganggap karena masih kecil kita tidak perlu memperhatikan hal yang muluk-muluk seperti high quality, lower cost etc. So tidak ada pemikiran bahwa kita harus selalu “lebih baik, lebih cepat, lebih murah dan lebih aman”. Oleh karena itulah moto ruh ini demikian.
      Dalam Islam diajarkan bahwa “orang yanag hari ini lebih buruk dari hari kemarin, mereka terlaknat. sementara orang yang hari ini sama dengan kemarin maka mereka merugi. Dan hanya mereka yang hari ini lebih baik dari kemarin sajalah mereka yang beruntung”.

      2. Ada orang yang sudah semangat untuk lebih baik, tapi ilmunya tidak tahu. Bagaimana mengidentifikasi masalah, mencari akar masalah, menganalisis, dan memberikan solusi masih belum menjadi pola pikir kebanyakan orang. kita khususnya orang indonesia masih lebih senang mencari siapa yang salah daripada mencari apa yang salah dan kemudian mencari solusinya.Oleh karena itu saya merasa punya kewajiban moral untuk sharing mengenai ilmu untuk mencari solusi atas permasalah kita di lapangan.
      Ada nasihat begini ” orang yang hidup pada dasarnya mati kecuali orang yang berilmu. orang yang berilmu pada dasarnya tidur kecuali yang mengamalkanya…”

      rasanya itu yang paling mendasar. selebihnya masalah ketersediaan infrastruktur, biaya, dll meruapakan masalah sekunder atau bahkan tersier. orang yang memiliki mindset benar dan kritis terhadap apa yang terjadi pasti mampu mengatasi segala hambatan.

      mohon maaf kalau agak filosofis.tapi begitulah fakta di lapangan.

    • Wah sayangnya belum ada, kami di sbm baru memberikannta untuk mahasiswa reguler. Memang ada rencana untuk membuka kesempatan bagi non mahasiswa (khususnya bagi mereka yang sudah bekerja) untuk boleh mengambil kuliah bersama mahasiswa reguler. Tapi targetnya untuk mata kuliah pilihan saja, sedangkan manajemen operasi itu kuliah wajib di program s1 ataupun s2. Bahkan manajemen operasi ini satu dari beberapa kuliah wajib di hampir seluruh program MBA ternama di amerika.
      Kalau memang banyak peminatnya saya bisa buka kelas short course untuk umum. Nanti dikabari kalau ada info lebih lanjut.

      Salam

    • Manajemen operasi dalam jasa penerbangan sangat penting. Kalau dilihat dari sisi airline, strategi yang diambil oleh air asia misalnya dengan low cost-nya, sangat memerlukan dukungan manajemen operasi yang baik. Mulai dari proses booking, check-in, jadwal penerbangan (tentu koordinasi dengan bandara), penentuan harga tiket promo (terkait dengan kapasitas tempat duduk), jumlah makanan yang harus disediakan, jumlah gift yang disediakan dsb.
      Kalau dilihat dari sisi pengelola bandara, Manajemen operasi diperlukan untuk mulai dari menentukan kapasitas bandara (parkir, ruang tunggu, boarding lounge, apron, dsb), jumlah fasilitas seperti x-ray, ticket counter, jadwal, kecepatan waktu layanan di tiap proses, khususnya proses selama turn-around time (bahan bakar, makanan, kebersihan, bagage unloading and loading dsb).

      bagaimana dengan resto? manajemen operasi tidak berkurang perannya. isunya akan serupa misalnya terkait dengan kapasitas. berapa besar kita ingin restonya. berapa banyak menu yang mau disediakan? ini akan berpengaruh pada tingkat persediaan makanan yang harus disimpan. apalagi makanan punya expired date yang pendek. bagaimana dengan level of serviceyang diberikan, apakah mau mulai yang self service, sampai ke yang full service? ini terkait dengan jumlah dan kualifikasi pelayannya. belum lagi bagaimana kita menganalisis berapa lama pelanggan menunggu ketika jam sibuk di lunch time atau dinner time. kalau salah, bisa-bisa pelanggan kabur dan cari tempat makan lain. kebutuhan orang juga perlu dilihat selama weekdays atau weekend.
      ada studi kasus yang menarik bagaimana sebuah restoran didesain dengan persepektif manajemen operasi yang baik. silakan browse tentang benihana restaurant case study.

      salam

  3. pa: mau tanya tentang quality cost delivery dalam dunia industri
    itu bagaimana ya

    mohon juga referensi bukunya

    teri maksih

    • Tentang Quality, Cost, and Delivery, atau sering disingkat QCD sudah menjadi perhatian industri sejak lama. Sejak Prof. Wickham Skinner dari Harvard memperkenalkan strategi manufaktur (1969), QCD + flexibility menjadi isu penting karena seringkali perusahaan harus menghadapi trade-off antara satu dimensi dengan dimensi lainnya. misalnya Quality sering harus dihadapkan pada dimensi biaya, sementara (speed of) delivery dihadapkan dengan flexibility. Jadi QCD(F) sudah sejak lama dijadikan tujuan atau strategi perusahaan. Kalau di buku manajemen operasi disebutkan juga 3 strategi dasar untuk meraih keunggulan kompetitif yaitu kompetisi dalam biaya (C), kompetisi dalam diferensiasi (Q- lebih baik atau berbeda), dan kompetisi dalam waktu respon (Speed of Delivery). Dalam bahasa yang sederhana terminologi ini yang saya sebut dengan Better, Faster, dan Cheaper.

      untuk referensi silakan googling saja dengan istilah yang tersebut di atas.

  4. Pak, izin copy ya, sekalian ingin tahu lebih jelas tentang penerapan PDCA pada pelayanan kelas ibu hamil

    • silakan bu oom.
      mengenai pelayanan kelas ibu hamil, saya belum tahu rinci proses pelayanannya. tetapi prinsipnya, pdca tetap dapat diterapkan, misalnya di tempat ibu sudah dirancang (plan) standar pelayanan tertentu, baik selama pemeriksaan kehamilan, saat melahirkan, sampai pasca melahirkan. kemudian perlu dicatat bagaimana pelaksanaannya (do), baru kemudian dievaluasi/analisis sejauh mana standar tersebut dicapai (check), jika ada hal yang perlu diperbaiki maka lakukan perbaikan untuk mencapai standarnya, atau kalau tidak ada yang diperbaiki, maka actionnya adalah bagaimana mencapai standar yang lebih baik lagi.

  5. Pak, bagaimana tugas sistem operasi yang produktif dalam bidang pelayanan jasa kesehatan seperti dalam pengelolaan rumah sakit? Apakah seorang manajer Rumah sakit harus seseorang yang berlatar belakang sarjan di bidang kesehatan? Kualifikasi apa yang harus dipenuhi oleh seorang calon pelamar?

    • manajemen operasi dalam pelayanan rumah sakit sangat penting, mengingat banyak konsep yang dapat diterapkan untuk meningkatkan pelayanan rumah sakit kepada pasien. idealnya manajer rumah sakit ya menguasai bidang manajemen operasi ini. sayangnya saat ini manajer rumah sakit (apalagi direktur) masih harus berlatar belakang dokter. tentu saja hal ini menjadi tidak masalah jika pemegang jabatan menguasai manajemen operasi di rumah sakit.
      mengenai kualifikasi pasti sangat bergantung dari posisi yang dituju. tapi at least jika bukan dari lulusan yang pernah belajar manajemen operasi atau teknik industri, dalam sistem pengembangan kompetensinya harus dimasukkan materi manajemen selain bidang intinya.

      • Jadi, terlepas dari paradigma klasik bahwa jabatan manajer Rumah Sakit hanya diperuntukkan bagi seorang dokter, apakah hal ini berarti bahwa seseorang yang sama sekali tidak memiliki latar belakang gelar akademik dibidang pelayanan kesehatan sebenarnya memiliki peluang untuk menjabat pada posisi manajer rumah sakit tersebut jika ia menguasai ilmu-ilmu manajemen operasi dan mampu menerapkannya dengan cakap dalam lingkungan kerja? Misalnya, seseorang bergelar S1 dibidang pendidikan, lantas melanjutkan S2 ke Magister Manajemen (konsentrasi manajemen operasi), dan sangat berminat menggeluti seluk beluk dunia kesehatan. Kirakira, bagaimana peluang baginya? Atau, posisi mana yang mungkin dapat ia isi dalam daftar lowongan kerja di Rumah Sakit? Terimakasih.

        • wah sebenarnya ini sudah masuk area kebijakan pemerintah karena diatur oleh permenkes 971 tahun 2009. Mungkin untuk menjadi direktur rumah sakit tidak bisa kalau bukan tenaga medis. tapi kalau direktur umum atau di sana disebutkan sebagai wakil direktur administrasi umum, hanya dipersyaratkan S2 bidang kesehatan. sayangnya kalau MM belum tuh, kecuali MARS kali ya… wallahu a’lam, saya bukan birokrat di bidang ini. btw, semangat terus dan semoga sukses dengan apa pun niat mbak Dila. kita bukan dilihat dari posisinya, tapi dari kontribusinya.

          • Hm, baiklah. Terimakasih atas infonya, Pak.

            Ah, kebetulan bapak menyinggung tentang MARS. Apakah sebuah keputusan yang bijak jika setelah MM, lalu memiliki pengalaman kerja sekian tahun, dan melanjutkan ke MARS, bagaimana menurut Anda? Kirakira dapat mengisi posisi apa? Maksud saya, prospek kedepannya. Seberapa luas cakupan yang dapat dicapai, baik dibidang lain.

  6. Pingback: Selamat Datang di Blog Manajemen Operasi « gilmanis24

  7. Bagaimana dengan manajemen operasi pada perusahaan retail/ brand developer? bagaimana mendeskripsikan input-process- output

  8. Mohon maaf sebelumnya pak. Boleh aku copy u/ di pelajari soalnya bahasanya mudah dimengerti.. thanks banget pak atas bantuannya.

    • sebenarnya istilah efisiensi dan efektivitas sudah menjadi istilah yang umum, sehingga menurut hemat saya tidak perlu lagi mencantumkan definisinya diambil dari mana. tapi jika masih diperlukan, bapak bisa cari di buku-buku manajemen operasi. buku yang saya pakai terakhir adalah Operations and Supply Chain Management, 13th Ed. (2011) by Jacobs and Chase, McGraw-Hill Global Edition.

    • wah frase ini diterjemahkan dari frase apa ya? speed/fast/quick management? mohon maaf mbak saya belum pernah dengar. mungkin bisa disebutkan sumbernya?

  9. salam kenal pa, bagaimana menerap kan manajement operasional di bidang manufaktur, SDM dan modal nya pun masih terbatas, mohon saran dari bapa, terima kasih banget bantuannya.

    • salam kenal juga,
      selama ini justru pemahaman yang berkembang adalah manajemen operasi hanya dikenal untuk manufaktur, kurang ekspose untuk services. padahal sama saja. selama kita berhubungan dengan proses yang mengubah input menjadi output, konsep nilai tambah, efisiensi, efektivitas perlu kita terapkan.

      Bagaimana jika dana terbatas? manajemen operasi tidak harus dijalankan dengan teknologi canggih, tidak pula dengan SDM dengan kompetensi tinggi. selama kita bisa mendesain proses yang baik (memberikan nilai tambah pada pelanggan dan efisien), Insya Allah dengan SDM biasa-biasa aja hasilnya bisa luar biasa. dibanding punya sdm yang kompeten tapi prosesnya jelek, hasilnya chaos… so jangan lihat anggaran… semangat

    • salam lagi pak budi, mudah-mudahan ini bukan pak budi setiawan yang saya tahu ahli statistik :)
      terkendali secara statistik artinya tidak ada faktor di luar faktor random yang secara sistematik mempengaruhi proses. indikasinya apa random atau tidak? salah satunya bisa kita gunakan aturan western electric dalam membuat control chart.

    • maaf mas, DO yang mana ya? kalau di gambar ada Do, maksudnya Do (doing). Plan-Do-Check-Action rasanya lebih familiar ya…

  10. Wahh… Super sekali pak.. penjelasan dan pemaparan dari bapak sungguh significant dan jelas.. thx pak atas pembahasan ny tentang manejemen operasi..

  11. Pingback: SIM SISTEM IMFORMASI MANAJEMEN | Blog

  12. super sekali,,mohon izin copy pak,

    pertanyaan saya apakah SOP itu bagian dari manajemen operasi..? misalnya dalam perusahaan jasa manajemen puncak membuat suatu SOP dimana semua orang yang terlibat harus mengikuti SOP yang sudah dibuat tersebut.? mohon referensi bukunya pak ?

    Terimakasih
    Salam kenal
    Teodor Meiman Harefa

    • Salam kembali Pak Teodor,
      Saya tidak begitu paham konteks pertanyaan pak teodor, apa yang dimaksud dengan “bagian”. SOP sudah menjadi isu organisasi secara umum dan sejak lama. Tidak perlu ada klaim isu SOP itu “bagian” dari manajemen operasi, atau manajemen SDM atau lainnya. Tapi dalam manajemen operasi jelas kita harus membahas SOP karena di situlah letak inti apa yang kita kelola, yaitu proses. Yang membuat SOP tidak perlu manajemen puncak, seluruh elemen harus terlibat dalam penyusunan dan pelaksanaan SOP. Manajemen puncak berkewajiban mensahkan dan menegakkan implementasi SOP yang sudah disusun.
      referensi yang memuat secara spesifik keterangan ini saya harus cari dulu. tapi karena ini sudah menjadi pemahaman umum, rasanya tidak perlu. silakan baca buku manajemen oeprasi atau buku lain yang membahas SOP.

      demikian dulu jawaban saya pak teodor,
      salam

  13. pak, bagaimana dengan manajemen operasi lembaga keuangan mikro syariah seperti BMT (Baitul mal wat tamwil).

    apa saja yang termasuk kedalam manajemen operasi BMT tersebut? terimakasih sebelumnya :)

    izin copy juga ya pak buat referensi. materinya bagus sekali.

    • Salam ibu Nur,
      selama BMT memerlukan proses proses bisnis (aktivitas), maka manajemen operasi dapat diterapkan. Yang mana saja? tentu saja yang relevan dengan BMT. Jika Ibu Nur perlu memilih lokasi, membuat estimasi permintaan, ingin mengatur layout tempat kerja, mencari bottleneck dalam suatu rangkaian kegiatan, antrian, dll, maka teknik2 dalam manajemen operasi dapat diterapkan.

      salam

      • Assalamu Alaikum WW

        Super sekali Pak Mursyadi membaca tulisan-tulisannya…..
        Saya saat ini sedang bekerja di luar negeri, tetapi keinginan lanjut S2 sangat besar, dan insya Allah rencananya kualia S2 di tempat saya bekerja sudah dimulai Januari 2015, saat ini saya lagi persiapkan proposal dalam Oprations management.

        Apa boleh say minta Pak Mursyid jadi Supervisor Privat untuk Kuliah saya walaupun mungkin asistensinya jarak jauh saja, by email atau by phone.

        Boleh minta contact personnya biar mudah berkomunikasi…

        Email saya : nurham.bv@gmail.com atau nurham_bn@yahoo.com

        terima kasih banyak
        Wassalam
        Nurham

  14. Pingback: MID Sistem Operasi | Welcome to My Blog

Leave a Reply