Mengingat strategi proses ada beberapa jenis, konsep penjadwalan pun tidak berlaku secara umum untuk semua strategi proses. Perbedaan karakteristik proses menyebabkan kebutuhannya dalam penjadwalan pun berbeda. Untuk strategi yang berfokus pada produk (product focused atau Make To Stock), penjadwalannya tidak terlalu kompleks dibandingkan dengan penjadwalan untuk strategi yang berfokus pada proses (process focused atau Make To Order). Oleh karena itu dalam penjadwalan ini yang akan dibahas hanya untuk sistem yang terakhir. Sebagaimana pada topik-topik lain, maka dalam penjadwalan juga terdapat 2 hal penting yang harus diputuskan yaitu bagaimana menugaskan pekerjaan ke dalam stasiun kerja atau operator (job loading) dan bagaimana mengurutkan pekerjaan yang sudah ditugaskan (job sequencing).
Berkaitan dengan proses bisnis yang sudah dirancang, salah satu hasil yang diperoleh seharusnya berupa peta proses bisnis dengan informasi utama proses apa yang harus dilakukan dan unit mana yang melakukannya. Jika semua proses sudah dirinci lebih jauh, maka dapat ditentukan semua aktivitas untuk suatu unit tertentu. Kumpulan aktivitas ini tidak mungkin dilakukan oleh satu orang atau satu mesin saja sehingga diperlukan pembagian kerja. Membagi aktivitas ini kepada setiap operator atau mesin inilah yang kita sebut job loading.
Setelah melakukan job loading, hal berikutnya yang harus diputuskan adalah prioritas dari pekerjaan yang sudah diterima. Akibat proses pembebanan tadi misalnya seorang operator menerima 5 pekerjaan yang memiliki waktu penyelesaian berbeda-beda. Mengingat output pekerjaan tersebut juga akan menjadi input bagi pekerjaan yang lain, maka setiap pekerjaan kemungkinan besar akan memiliki batas waktu penyelesaian (due date). Bergantung pada kebijakan atau kriteria yang digunakan dalam mengevaluasi kinerja (FCFS, SPT, EDD, CR atau kriteria lainnya), setiap operator harus menentukan aturan prioritas yang digunakan agar kebijakan dapat dipenuhi. Hal inilah yang kita sebut sebagai job sequencing.
Recent Comments