Menghitung rata-rata level inventori

This entry is part 5 of 5 in the series manajemen persediaan

Dalam manajemen persediaan rata-rata level inventori merupakan salah satu parameter yang penting dan sering digunakan. Berdasarkan angka inilah perusahaan dapat mengukur berapa besar dana mereka yang diserap oleh inventori. Jangan kaget kalau ternyata ada perusahaan yang memiliki rata-rata level inventori berbulan-bulan yang kalau di-uang-kan menjadi sangat besar. Oleh karena itu dalam manajemen persediaan rata-rata level inventori ini perlu dikelola dengan baik. Sebagaimana tujuan dari manajemen operasi, dalam hal ini pun kita menginginkan untuk dapat menurunkan rata-rata level inventori sekecil mungkin tanpa mengurangi service level.

Apa saja yang kita perlukan untuk menghitung rata-rata level inventori? Jika safety stock (SS) kita anggap adalah level inventori yang harus selalu ada setiap saat, maka level inventori sebelum menerima order adalah sebanyak  SS.Dalam metoda Q (atau continuous review), ketika menerima pesanan sebanyak Q maka level inventori menjadi Q + SS. Dengan demikian secara rata-rata kita dapat hitung rata-rata level inventori adalah Q/2 + SS. Hasil yang diperoleh adalah dalam unit. jika kita mengetahui rata-rata demand per perioda, maka kita dapat konversikan ke dalam satuan waktu dengan cara membaginya dengan rata-rata demand per perioda. Misalnya rata-rata level inventori 100 unit, sedangkan rata-rata demand per minggu adalah 50, maka rata-rata level inventori adalah untuk selama 2 minggu.

 

Bagaimana cara menurunkan rata-rata level inventori? Kita dapat menjawab hal ini dengan melihat faktor-faktor yang membentuknya. Berdasarkan rumus di atas, maka faktornya adalah Q (EOQ) dan SS. Q akan dipengaruhi oleh total demand dalam setahun, biaya pesan, dan biaya simpan. sedangkan SS kita ketahui dipengaruhi oleh variasi demand (sigma), service level (z) dan lead time. Jadi tinggal dimainkan saja parameter-parameter pembentuk rata-rata level inventori tersebut. Yang penting untuk dicatat, mengubah-ubah parameter tersebut untuk menurunkan rata-rata level inventori adalah mudah. Yang tidak boleh lupa adalah konsekuensi biaya yang dikeluarkan untuk mengubah parameter tersebut harus lebih kecil dari penghematan yang diperoleh dari penurunan rata-rata level inventori.

Series NavigationSafety Stock

7 thoughts on “Menghitung rata-rata level inventori

  1. Mas Mursyid,
    Terima kasih pembelajarannya sangat berguna sekali.
    Ada yg saya ingin tanyakan, hal menghitung kebutuhan luasan gudang,bagaimana cara menghitung luasan gudang yg dibutuhkan sehingga effisien dan efektif.
    Terima kasih banyak Pak.

    • Pak didit, maaf telat balasnya.
      Kalau dikaitkan dengan perhitungan persediaan, luasan area untuk penyimpanan (kalau ini yang dimaksud dengan gudang/buffer area) harus didasarkan pada jumlah maksimum persediaan yang terjadi (raw material, bahan baku, atau pun barang jadi) selama kurun waktu tertentu di pabrik/fasilitas produksi. Walaupun yang sering digunakan dalam perhitungan adalah angka rata-rata tapi untuk luas area seharusnya menggunakan jumlah maksimum.

      Kalau dikaitkan dengan strategi produksi yang lebih panjang time horizonnya (misalnya ketika membuat aggregat plan), ini sudah agak berbeda karena persediaan sudah tidak hanya ditentukan dari ketidakseimbangan produksi, tapi lebih ditentukan dari strategi pemenuhan permintaan selama 1 tahun. Jadi ketika periode sepi pabrik akan tetap produksi untuk stok yang digunakan untuk memenuhi permintaan ketika periode sibuk (peak season).
      Perhitungan jumlah maksimum ini mestinya mirip baik untuk periode yang pendek, misalnya produksi harian atau pun periode menengah (rencana bulanan/kuartal-an).

      mengenai efisien dan efektif untuk luasan gudang, rasanya isunya lebih banyak pada jumlah persediaan yang kita kelola. semakin optimal jumlah persediaannya, maka luas gudang pun akan mengikuti. ukuran optimal pada prinsipnya seperti yang bapak sebutkan: efisien dari segi biaya-biaya yang keluar akibat persediaan, efektif dari tingkat pencapaian customer service level.

    • selamat pagi mbak ita,
      jumlah stok optimal? Menurut hemat saya, tidak ada jumlah stok yang optimal. Kasus di lapangan sangat bervariasi, jadi tidak mungkin (perlu) mencari jumlah stok yang optimal. Namun, dari teori manajemen persediaan ini, kita ketahui ada jumlah pemesanan yang optimal. optimal artinya mendapatkan biaya minimum di antara biaya simpan dan biaya pesan. Yang perlu diatur nanti adalah level persediaan rata-rata yang sebenarnya adalah kebijakan perusahaan (tidak perlu juga dicari kebijakan yang optimal).
      semoga membantu.

    • sore mbak Johanna,

      standar deviasi dalam safety stock berguna untuk mengantisipasi fluktuasi atau perubahan permintaan. Semakin besar fluktuasi (deviasi) maka safety stock akan semakin besar. Itu sebabnya dalam formulasinya standar deviasi berbanding lurus dengan safety stock.

      semoga membantu

Leave a Reply