Oct 13

Model Antrian: Mengapa kita perlukan?

This entry is part 1 of 2 in the series Antrian

Barangkali sejak kita bangun tidur sampai kita tidur lagi, konsep sistem antrian terjadi dari satu kejadian ke kejadian lainnya. Ketika kita ingin ke kamar mandi, kita harus antri dengan anggota keluarga lainnya. Ketika berangkat sekolah kendaraan antri menunggu giliran untuk jalan baik karena macet maupun karena lampu lalu lintas. Menuju ke ruangan di kantor kita antri lagi di depan lift. Begitu seterusnya sampai kita pulang ke rumah di sore atau malam hari antri juga untuk mendapatkan makan malam, menunggu bis, menunggu obat di apotek dsb. Secara khusus sistem antrian dapat kita temui dengan mudah dalam sebuah sistem layanan (service system). Pertanyaannya, apa yang dapat kita pelajari dalam sistem antrian ini?

Read the rest of this entry »

Sep 26

Source Inspection vs quality inspector

Ketika saya menyampaikan bahwa ada cukup banyak bisnis proses yang tidak memberi nilai tambah, termasuk di antaranya adalah inspeksi, pasti ada saja mahasiswa yang protes. Mereka protes bahwa pekerjaan inspeksi disebut tidak memberikan nilai tambah. Mereka juga protes karena sebagian besar dari mereka terlibat dalam proses inspeksi. Walaupun saya mencoba meredakan protes dengan memberikan istilah yang lebih halus seperti “less valuable process“, tapi saya masih ingin meyakinkan mereka bahwa sesungguhnya proses inspeksi memang tidak memberikan nilai tambah. Apa buktinya?

Read the rest of this entry »

Jul 21

Pemetaan proses bisnis dengan CLEAR (R)

This entry is part 6 of 6 in the series Pemetaan Proses Bisnis

Aspek terakhir dari CLEAR adalah R yang berarti Relevant information (informasi yang relevan). Informasi minimal yang dibutuhkan adalah who (ditunjukkan oleh pool) dan what (ditunjukkan oleh proses). informasi lain seperti when (kapan dilakukan) ditunjukkan oleh kolom.

Read the rest of this entry »

Older posts «

» Newer posts