Ruang Lingkup Manajemen Operasi

This entry is part 2 of 3 in the series Pengantar

Kalau sebelumnya saya sudah menjelaskan pengertian manajemen operasi dalam lingkup yang sangat generik, yaitu suatu proses, perlu kiranya disampaikan seberapa luas ruang lingkup manajemen operasi. Beberapa hal yang membatasi ruang lingkup tersebut adalah:

  • Manajemen operasi merupakan satu dari fungsi manajemen (functional management) dalam perusahaan. Selain pemasaran, keuangan, sumber daya manusia, maka operasi adalah satu fungsi yang sangat penting dalam menjalankan suatu perusahaan. Belakangan ini sudah umum kita jumpai jabatan dalam perusahaan yang terkait dengan manajemen operasi, seperti manajer dan direktur operasi.
  • Konsep proses dalam pengertian manajemen operasi pada dasarnya mencakup semua proses, mulai dari proses global/utama hingga subproses terkecil yang dapat dijumpai dalam perusahaan. Walaupun hierarkinya boleh jadi sangat panjang, level proses yang dianalisis hanya melibatkan beberapa level saja sesuai kebutuhan. Yang perlu menjadi perhatian adalah level terbesar dari analisis proses adalah level dimana unit dalam perusahaan berinteraksi dengan pihak lain seperti pemasok dan pelanggan. Lebih dari itu, kajiannya sudah memasuki topik manajemen rantai pasok (supply Chain Management).

Dengan demikian, ruang lingkup analisis dalam manajemen operasi adalah keseluruhan proses yang terdapat dalam suatu perusahaan.

Catatan: tampaknya sudah menjadi konvensi bahwa menggambar pemasok di sebelah kiri perusahaan, sementara pelanggan di sebelah kanannya. Pola ini mengikuti pola penggambaran IPO (input-Proses-Output). Oleh karena itu dalam pembahasan manajemen rantai pasok, yang disebut sebagai integrasi vertikal adalah integrasi dari hulu (pemasok) hingga ke hilir (pelanggan), yang secara gambar mengikuti garis horizontal.

Related Blogs

 

Series NavigationApa itu Manajemen Operasi?Mengapa kita perlu belajar Manajemen Operasi?

7 thoughts on “Ruang Lingkup Manajemen Operasi

    • wasswrwb Kalau dilihat dari isinya sekilas manajemen produksi tidak berbeda dengan manajemen operasi. Hanya saja kalau kita lihat lebih detail dan sesuai definisinya, maka produksi lebih sempit dari operasi. di luar isu produksi, ada isu quality, projek, ERP dan beberapa isu lain. Sebenarnya kita tidak perlu secara tegas membedakannya, buktinya banyak buku yang mencantumkannya berbarengan (production and operations management).
      extended versionnya adalah Supply chain management yang melihat lebih jauh di luar entitas perusahaan atau pabrik, baik ke hulu maupun ke hilir. makanya ada juga buku yang keluar dengan nama “operations and supply chain management).

      demikian pendapat pribadi saya,
      salam

Leave a Reply